Aku ini siapa yang punya?
Mamah dan baba pun tidak merasa memilikiku,,
Lantas kenapa aku berusaha mencintai Tuan yang bukan pemilik asli ku?
Pemilik ku adalah Dia yang tak terlihat,,
Tapi aku tahu dia yang terbaik,,
Memberikan aku udara setiap aku merasa oksigen yang selama ini kami pelajari adalah polusi semata,,
Maha pemberi sinar ketika kilat cahaya yang selama ini kami pelajari adalah refraksi dari udara di ozon, yang sewaktu-waktu dapat membakar kami,,
Dia yang memberikan air hujan ketika siang menyengat datang, ketika hanya ada aku yang menempati ruang kosong nan panas ini,,
Maha pemberi kejujuran yang membunuh semua kemunafikan yang bibir mereka utarakan,,
Dia yang membelokkan jalanku ketika hamper terperosok ke relung dunia yang sama sekali tak nyaman bagi ku,,
Sedangkan mamah,, baba,, teman-teman dan handai taulan hanyalah bagian pori-pori dari kenhidupan ku,,
Dia memberi kasihsayang lewat tangan-tangan orang terkasih ku,,
Bukan supaya aku ingkar, namun justru supaya aku berpikir..
Suatu saat ketika semuanya terambil dari tangan ku,,
Ketika aku ditinggal sendiri di ruang yang panas ini,
Maka hanya lewat pori-pori kehidupan itulah aku dapat merasakan kasihsayang sejujurnya dari sebuah makna CINTA,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar