Minggu, 17 April 2011

Tak Selamanya

Saat aku membuka jendela, berharap menemukan wangi pagi yang selama ini ku cari, tak ku temukan hanya wangi itu. Namun ku temukan lebih dari itu,,

Ku temukan bentuk sinar matahari, warnanya orange,panjang sekali hingga menembus tempat tidurku, dan membuat lensa mata ku tampak cokelat karena bias sinarnya.

Aku tersenyum dan berkata dalam hati, mengapa harapan ku sangat rendah? Bahkan Dia memberikan ku apa yang sebelumnya tidak aku inginkan bahkan tidak terbayangkan.

Namun inilah makna sebuah harapan,,yang dapat menyadarkan seseorang dari keputusasaan dan membuka hati dari penantian atas sebuah jawaban.

Kita hanya sebutir nyawa yang bisa kapan saja dihempas menuju keabadian, tidaklah salah bila memiliki banyak khayalan dan harapan, dan tak kadang lamunan yang sangat keterlaluan dan mengada-ngada.

Karena selama masih bisa membuat daftar rencana, maka buatlah. Jangan tunggu hingga napas habis di tenggorokan.

Hiburlah hati dengan khayalan pencapaian sebuah harapan, tidak untuk mengada-ngada namun untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan esok (dalam lamunan) walaupun kelak kita tidak tahu, tercapai atau tidak,,,

Teruslah berencana,,berpikir untuk perubahan,,namun jangan lupa untuk berbalik ketika rencana gagal, agar jalan selanjutnya tidak semakin parah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar